
Buku Anak · Buku Islami
Katalog Buku Islami Anak
Kumpulan buku Islami yang cocok untuk dikenalkan dalam keseharian anak.
4 buku dalam kategori ini
Koleksi
Buku Buku Islami


Kunci Masuk Surga Allah yang Indah

Berjalan Lebih Jauh: Perjalanan Mengenal Makanan Halal & Haram
10 Kisah Hewan dalam Al-Quran dan Hadis
Punya Buku di Rumah?
Punya Buku Islami di Rumah?
Tambahkan ke Rak Bukumu dan bantu memperluas koleksi Buku Islami di Nabanara.
Panduan Orang Tua
Memilih Buku Islami untuk Dibaca Bersama Anak
Buku Islami anak dapat mengenalkan adab, doa, ibadah, dan kisah nabi melalui cerita maupun penjelasan bergambar. Untuk memilihnya, perhatikan hal yang ingin kamu bahas bersama anak dan kemampuan mereka memahami isi buku. Kamu bisa mulai dari tema yang dekat dengan keseharian, seperti mengucapkan salam, berbagi, atau berdoa sebelum makan.
Pilih Tema yang Dekat dengan Kehidupan Anak
Pengalaman sehari-hari bisa menjadi titik awal untuk mengenalkan isi buku. Ketika anak mulai bertanya tentang salat atau ikut menyiapkan makanan berbuka, kamu dapat memilih bacaan yang menjelaskan kegiatan tersebut dengan bahasa sederhana.
- Adab sehari-hari. Buku dapat membahas cara bertamu, meminta izin, menjaga kebersihan, atau memperlakukan orang lain. Pilih contoh situasi yang anak kenali agar kamu mudah menghubungkannya dengan pengalaman mereka.
- Doa pendek. Buku doa dapat digunakan untuk mengenalkan bacaan yang berkaitan dengan kegiatan rutin. Perhatikan kejelasan tulisan Arab, terjemahan, dan panduan membaca yang disediakan.
- Pengenalan ibadah. Tema seperti wudu, salat, puasa, dan sedekah dapat membantu kamu menjawab pertanyaan anak. Cari penjelasan yang memberi konteks tentang kegiatan tersebut, selain menunjukkan urutan atau tata caranya.
- Kisah nabi. Perhatikan panjang cerita dan banyaknya tokoh atau peristiwa yang diperkenalkan. Untuk bacaan awal, kamu bisa memilih satu kisah dengan alur yang mudah diikuti.
- Berbagi, bersyukur, dan berbuat baik. Cerita tentang tindakan sehari-hari dapat menjadi bahan percakapan. Misalnya, bagaimana tokoh membantu temannya atau merawat barang yang dimiliki.
- Kamu tidak perlu mengenalkan semua tema sekaligus. Pilih satu topik yang sedang menarik perhatian anak, lalu beri kesempatan untuk bertanya dan membicarakannya kembali pada kesempatan lain.
Perhatikan Bahasa, Ilustrasi, dan Sumber Isi Buku
Baca beberapa halaman untuk melihat cara buku menjelaskan ajaran dan istilah keagamaan. Perhatikan apakah penulis memakai kalimat yang mudah dipahami dan memberi penjelasan untuk kata yang mungkin baru bagi anak. Istilah seperti sedekah, wudu, atau syukur akan lebih mudah dibicarakan jika buku menyertakan contoh yang jelas.
Ilustrasi sebaiknya membantu anak memahami situasi dalam bacaan. Pada buku tentang adab, misalnya, gambar dapat memperlihatkan apa yang dilakukan tokoh dan bagaimana orang lain meresponsnya. Pilih gaya penggambaran yang sesuai dengan pertimbangan keluargamu, termasuk ketika buku membahas kisah nabi.
Periksa juga sumber isi buku, terutama untuk doa, hadis, dan kisah keagamaan. Jika penerbit mencantumkan rujukan atau penelaah, informasi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan. Saat ada bagian yang membuatmu ragu, periksa rujukannya atau tanyakan kepada orang yang memahami topik tersebut sebelum menjelaskannya kepada anak.
Untuk kisah yang memuat dialog, perhatikan apakah penulis membedakan percakapan hasil pengembangan cerita dari kutipan sumber agama. Pembedaan ini membantu kamu mengetahui bagian yang digunakan untuk menyampaikan cerita dan bagian yang memang berasal dari rujukan.
Menghubungkan Bacaan dengan Kebiasaan Sehari-hari
Gunakan kegiatan yang sudah ada dalam rutinitas anak untuk membicarakan isi buku. Setelah membaca tentang salam, kamu bisa mencontohkannya saat masuk rumah. Jika buku membahas doa sebelum makan, bacalah bersama ketika makanan sudah siap.
Cerita tentang berbagi juga bisa dibicarakan saat anak bermain bersama saudara atau teman. Kamu dapat mengingatkan tindakan tokoh sebagai bahan percakapan, lalu membantu anak memahami situasi yang sedang dihadapi. Beri ruang bagi mereka untuk menyampaikan perasaan, terutama ketika berbagi masih terasa sulit.
Saat mengenalkan doa atau urutan ibadah, lakukan secara bertahap. Kamu bisa membacakan, memberi contoh, dan mengulangnya dalam kegiatan yang sesuai. Anak tidak harus langsung mengingat seluruh bacaan setelah satu sesi membaca.
Jika anak mengajukan pertanyaan yang belum bisa kamu jawab, katakan bahwa kamu akan mencari penjelasannya. Kamu dapat membuka kembali buku Islami, memeriksa sumber lain, atau bertanya kepada orang yang memahami topiknya. Setelah mendapat jawaban, lanjutkan percakapan dengan bahasa yang dapat anak pahami.
Jelajahi
